Linux yang memiliki prinsip "open source" telah mendapatkan kepercayaan bagi Vatikan. Negara Vatikan memiliki luas area 84 hektar dan populasi sekitar 800 penduduk. Tentunya dalam negara yang "kecil" ini, pembuatan infrastruktur IT dan website menjadi sangat mudah untuk dikendalikan. Ketika permintaan terhadap sistem yang aman, bersih serta mudah digunakan maka Linux dan open source merupakan pilihan bagi Vatikan. Lalu bagaimanakah Linux berperan dalam negara kota yang menjadi pusat perhatian umat nasrani seluruh dunia?
Sr. Judith Zoebelein sebagai seorang webmaster situs Vatican.va menjelaskan tentang infrastruktur IT dan website yang dibangun bersama tim-nya dalam suatu wawancara. Sr. Judith, yang mengelola Vatican.va mulai tahun 1995, mengatakan bahwa bersama timnya selalu mencoba mengembangkan sistem yang tepat bagi kebutuhan IT vatikan. Sungguh menarik ketika Sr. Judith mengatakan bahwa sistem IT di Vatikan seluruhnya berbasis Linux dan Unix. Dia mengatakan penggunaan Linux secara total mulai dari administrasi, office, internet, radio hingga televisi.

Berikut kutipan yang menarik dari Sr. Judith Zoebelein :
"I fervently hope that local churches all over the world will follow the lead of the Vatican in utilizing Linux in their digital ministries. I cannot help but imagine the Pope surfing the net with Firefox and reading emails with Thunderbird. Or playing his favorite classical music with Amarok. He might be writing an encyclical now using OpenOffice."
Bisnis dan Marketing merupakan dua hal yang ada didalam dunia usaha.
Open source sebagai produk baru yang memberikan berbagai manfaat tentu
akan membantu bisnis dan marketing menjadi lebih maju dan berkembang.
New Comment
2 years 20 weeks ago
2 years 20 weeks ago
2 years 22 weeks ago
2 years 22 weeks ago
2 years 25 weeks ago
2 years 26 weeks ago
2 years 26 weeks ago
2 years 34 weeks ago
2 years 34 weeks ago
2 years 35 weeks ago